(Tulisan berikut diambi dari catatan pribadi saya (dengan sedikit pengeditan) dari kajian yang disampaikan oleh ust Sa’id tahun 2006 silam. Sayangnya saya waktu itu tidak merekamnya, dan tidak punya rekaman dari yang lain juga. Hanya catatan ini yang tertinggal.)
Ust Sa’id
6 mei 2006
Di wisma RI
Tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah pada Allah semata. Mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dari Nama-Nama, Perbuatan-Perbuatan dan Sifat-Sifat Nya
Mengenal Allah ada 2 macam:
1. Secara Umum
Yaitu mengenal Allah dengan batasan yang menjadikannya selamat dari kekufuran dan kesyirikan. Akan tetapi pengenalan bentuk ini tidak melazimkan kesempurnaan dan kekokohan iman tersebut dalam hati. Belum berbicara tentang kesempurnaan iman baru sebatas tidak kafir.
2. Secara Terperinci
Dengan mengetahui bab bab terperinci. Mengetahui Sifat Sifat Allah dengan dalil-dalilnya beserta maknanya serta mengamalkan konsekuensi dari ma’rifat tersebut. Akan didapatkan darinya tambahan keimanan, yang kokohnya iman mengakar dalam hati.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari pengenalan Allah secara terperinci. Setiap orang jika bertambah ilmunya/pengenalannya terhadap Allah, maka akan bertambah keimanannya, rasa takut, rasa cinta dan ketergantungannya pada Allah.
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (Fathir: 28)
Sebagian salaf mengatakan (dinukil dari Majmu Fatawa, Ibnu Taimiyah) ulama ada 3:
1. Yang berilmu tentang Allah tapi tidak berilmu tentang perintah Allah
2. berilmu tentang perintah Allah tapi tidak berilmu tentang Allah
3. berilmu tentang Allah dan berilmu tentang perintah Allah.
Yang ke 3 inilah yang kita harapkan.
Ibnu Qayyim mengatakan: “barangsiapa yang mengenal Allah maka dia akan mengenal selain Allah, dan barangsiapa jahil tentang Rabb nya maka terhadap selain Allah dia lebih jahil lagi.”
(Lengkapnya seperti ini: “Ilmu tentang nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah adalah landasan semua ilmu (agama), dan semua ilmu (yang lain) mengikuti ilmu ini, dan dibutuhkan untuk mewujudkan keberadaan ilmu-ilmu lainnya. Maka ilmu ini merupakan asal dan landasan setiap ilmu. Karena barangsiapa yang mengenal Allah maka dia akan mengenal selain-Nya, dan barangsiapa yang tidak mengenal-Nya maka terlebih lagi dia tidak akan menganal selain-Nya.)
Bahkan dia tidak tahu perkara apa yang bermaslahat bagi dirinya.
Akibat dia melupakan Allah maka Allah menjadikannya lupa terhadap dirinya sendiri. Seorang yang lupa terlahap dirinya sendiri bahkan dia tidak tahu perkara yang bermaslahat bagi dirinya. Jika demikian adanya, bahkan bisa jadi binatang ternak lebih bagus dalam masalah ini.
(“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa (lalai) kepada Allah, maka Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri, mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS al-Hasyr:19).)
Malik bin Dinar berkata: “Penduduk dunia keluar dari dunia tapi belum merasakan apa yang paling manis di dunia” apa itu? “ma’rifatullah”
Seorang ketika mengenal Allah dengan baik walau mendapat bertubi-tubi masalah namum dia tidak lalai bahwa di sana ada Dzat yang kita bersandar pada-Nya, Yang Maha Hidup. Jika demikian maka akan terasa manis. Seorang akan merasakan manisnya hidup jika Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya. Sungguh mengherankan perkara seorang mukmin. Semua baik baginya. Kalo terkena musibah sabar, kalau mendapat nikmat bersyukur.
Siapa ini??? Seorang MUKMIN! Yang pada dirinya ada KEIMANAN. Yang rukun keimanan yang pertama adalah beriman pada Allah. Dan terkandung didalamnya beriman pada asma dan sifat Allah.
Kita membaca Al Quran. Hampir-hampir tidak ada satu ayatpun yang tidak ditutup dengan nama Allah atau sifat Allah. Pengenalan terhadap Allah di dalam Al Quran termasuk mendapat porsi yang paling besar. Mempelajari nama dan sifat Allah di tempat kita termasuk perkara yang jarang.
Betapa dungu seorang itu yang mau menyembah yang adanya seperti tidak adanya. Lha wong dia mengenal dengan pengenalan yang sangat minim! Lalu selama ini dia menyembah siapa? Betapa sombongnya dia merasa tidak perlu dengan mengenal Allah. Padalal diantara manusia saja, ketika sesama manusia merasa saling membutuhkan maka mereka butuh untuk mengenal. Bahkan sampai muncul semboyan “tak kenal maka tak sayang”.
Allah, Ar Razaq
(yang banyak memberi Rizki)
Yang paling sempurna peribadatannya adalah orang yang paling melaksanakan tuntutan ibadah dari nama-nama dan sifat-sifat Allah yang dikenalkan pada manusia. Maka akan muncul ibadah, raja’
“Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 58)
Setiap nama Allah mengandung sifat.
Allah menganugerahkan sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-Nya. Allah menganugerahkan kepada hamba-Nya segala yang mereka butuhkan. Yang kita butuhkan bukan cuma perkara dunia. Syaikh Utsaimin menjelaskan, Rizki ada 2 macam:
1. Rizki umum
2. Rizki khusus
Rizki Umum, segala sesuatu yang bermanfaat bagi badan, baik itu yang haram maupun yang halal, sama saja yang didapat seorang muslim atau orang kafir. Bahkan binatang juga dapat. Makanan yang haram juga dari Allah, tapi bukan berarti Allah bolehkan.
Seberapa besar rizki umum belum tentu menunjukkan berapa besar kecintaan Allah kepadanya.
Kalau demikian, tidak pantas seorang merasa puas dengan mendapatkan rizki ini. Karena ketika itu tidak ada bedanya dia dengan binatang, bahkan tidak ada bedanya dengan orang kafir. Lalu apa hebatnya berbangga sengan rizki umum.
Rizki khusus, rizki yang mengisyaratkan kecintaan Allah pada yang dianugerahi. Sesuatu yang menmbuat tegak agama seseorang, berupa ilmu yang bermanfaat, amal sholeh, hidayah, keimanan, harta yang halal untuk ketaatan pada Allah. Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah fahamkan dien.
Ar Rozak
Merupakan bentuk penyangatan. Allah Maha Banyak memberi rizki.
Kepada semua makhluk, muslim maupun kafir, binatang juga Allah beri rizki.
Semakin menggambarkan bahwa Allah Ar Razaq
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”(QS. Hud: 6).
Maka pantaslah bahwa Allah Ar Razaq
Ibnu Qayyim menyatakan bahwa mengenal Allah dalam Al Qoran dengan 2 jalan
- dengan memikirkan ayar-ayat syar’iyah, matluwah, yang dibaca dalam al Quran
- Pelajari ayat-ayat kauniyah
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. (QS : Ali Imron : 190)
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka semdiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adahal benar. Dan apakah Rabb mu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.”
(Qs Al Fushilat 53)
Allah tidak hanya memberi perintah dan larangan, tapi juga memberi jaminan berupa janji dan ancaman. Maka barang siapa memperhatikan perintah Allah dengan baik, maka jangan khawatir jaminan Allah akan telat.
Allah akan menjamin rizki, pertolongan, kecukupan bagi hamba-hambanya yang bertaqwa.
INI PENTING! Supaya perhatian kita bukan pada apa yang sudah dijaminkan oleh Allah, tapi pada perintah apa yang Allah perintahkan. Barang siapa bertawakal maka Allah akan berikan kecukupan. Maka mari curahkan hati kita untuk laksanakan perintah Allah dan jangan kalian menyibukkan dengan apa yang telah Allah jamin sehingga melalaikan dari perintah Allah.
Rizki, ajal, adalah dua perkara dekat yang selalu beriringan dan dua perkara yang selalu dijamin. Maka jika umur itu masih ada, maka jangan khawatir, rizki pasti datang!
Kalian belum dimatikan kalau masih ada 1 suap nasi jatah kalian yang belum kalian dapatkan. Maka jangan sibukkan dengan yang sudah dijamin, tapi sibukkan dengan apa yang belum dijamin.
Sementara syurga-Nya kita belum jelas (belum dijamin)
BERTAWAKAL pada Allah, sembari mengambil sebab yang diperbolehkan Allah.
Ketahuilah, kalau seorang jahil terhadap Allah, maka buruk bagi dia dalam memandang rizki.
Kalau Allah menutup pintu rizki dari diri seorang mukmin, itu adalah karena hikmah-Nya. Maka Allah akan bukakan pintu-pintu lain yang lebih bermanfaat baginya karena kasih sayang Allah pada mereka.
Perhatikan Penciptaan janin!
Janin Allah beri rizki lewat tali pusar.
Ketika lahir, dengan tuntutan hikmah Allah, Allah tutup pintu rizki itu. Tapi dengan tuntutan rahmat Allah, Allah buka 2 pintu lain, 2 air susu ibu.
Begitu disapih, Allah tutup 2 pintu itu dengan hikmah-Nya. Dan dengan tuntutan rahmat Allah pada janin, Allah buka 4 pintu yaitu 2 macam minuman (air dan susu) dan 2 macam makanan (hewan dan tumbuhan)
Dan begitu meninggal, tertutup 4 jalan, maka Allah buka 8 jalan (jika orang benar-benar mukmin) yaitu 8 pintu syurga. Dia masuk ke dalamnya dari yang dia kehendaki.
Namun karena kejahilan seseorang terhadap Rabbnya, manusia bersuudzon pada Rabbnya, maka dia tidak bisa membedakan sesuatu yang dicegah dari dia dapatkan di dunia, dengan sesuatu yang Allah simpan baginya untuk akhirat. Dia tidak sadar bahwa rizki bukan hanya yang terkait dengan dunia. Seorang yang tidak mengenal Rabb-nya, maka dia ridho dengan apa yang disegerakan di dunia walau rendah nilainya, namun sedikit memperhatikan dengan sesuatu yang ditunda di akhirat walau sangat besar nilainya.
Seseorang kalau kenal siapa Rabb-nya, maka Allah tidak akan sekali-kali mencelakakannya. Sehingga segala sesuatu yang terkait dari dunia yang bisa membahayakan keimanannya, maka Allah cegah darinya. Dan dia pu ridha dengan sedikit yang ia dapat dari dunia. Demi dia mendapat apa yang lebih besar diakhirat nanti.
MAKA JADILAH IA SEORANG YANG BERSELERA TINGGI!
Tidaklah Allah mencegah 1 bagian dunia ini dari seorang mukmin kecuali untuk memberi 1 rizki yang lebih afdhal baginya. (baik di dunia atau di akhirat). Allah lebih tahu apa yang lebih bermanfaat bagi diri kita dari pada apa yang kita ketahui terhadap diri kita.
Allah lebih baik pengaturannya terhadap diri kita dari pada pengaturan diri kita terhadap diri kita sendiri.
Betapa banyak orang yang dikayakan oleh Allah, namun justru untuk menghancurkan akhiratnya. Dan betapa banyak orang yang Allah miskinkan di dunia namun hendak Allah limpahkan rizki ketika di alam barzah.
***
uus
artikel yang cantique….
“Apakah kita termasuk yang berselera tinggi?!!” hmm….