Buku Kepemimpinan Dan Keteladanan Umar bin Khathab

Buku Kepemimpinan Dan Keteladanan Umar bin Khathab

Buku Kepemimpinan Dan Keteladanan Umar bin KhathabKode: BK2109
Harga:
Rp. 100.000
Rp. 80.000 (Diskon)
Penerbit: Daun Publishing
Penulis: Fariq Gasim Anuz

Tebal: 446 Halaman, Hard Cover
Berat: 0,8 Kg
Ukuran: 16 cm x 24 cm

Resensi:

Buku ini mencatat keteladanan gemilang, keimanan dan kecerdasan Umar bin Khathab yang menjadikan beliau sebagai pribadi yang tidak terpana dengan gemerlap dunia, padahal jika mau beliau sangat bisa untuk menguasai dunia dan merasakan kelezatannya, namun ternyata kebahagiaan beliau adalah ketika menjadi hamba Allah sejati yang berorientasi kepada akhirat.

Membaca sejarah beliau meninggalkan berbagai kekaguman yang menakjubkan, keharuan yang dalam, memotivasi hati untuk senantiasa meluruskan niat dan meneteskan air mata cinta untuk sang khalifah.

Selamat menikmati kisah-kisah dan pembahasan dalam buku ini.

***

Sejarah mencatat kehidupan Khalifah Umar bin Khattab, khalifah kedua setelah Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq, dengan tinta emas. Umar mengajarkan kepada kaum Muslimin arti zuhud yang sebenarnya, memperjuangkan umat, serta memberikan panduan bagi siapa saja yang ingin meraih cinta Allah.

Sejarah kehidupan Umar merupakan keteladanan gemilang. Keimanan dan kecerdasan Umar bin Khattab menjadikan beliau sebagai pribadi tidak silau oleh gemerlap dunia. Padahal, jika mau, beliau sangat bisa menguasai kelezatan dunia. Umar bin Khattab benar-benar pribadi agung dan mulia.

Membaca sejarah beliau meninggalkan berbagai kekaguman yang menakjubkan, keharuan yang mendalam, memotivasi hati untuk senantiasa meluruskan niat, dan meneteskan air mata cinta untuk sang Khalifah.

Buku yang ditulis oleh pegiat dakwah, Ustaz Fariq Gasim Anuz, ini menyajikan tentang kepemimpinan dan keteladanan Khalifah Umar bin Khattab. Berbeda dengan buku-buku tentang tokoh pada umumnya—yang lebih bersifat riwayat hidup dari masa kelahiran hingga kematian—buku ini lebih menonjolkan hal-hal yang bersifat kepemimpinan dan keteladanan dari seorang khalifah kedua bernama Umar bin Khattab. Seperti ditegaskan oleh penulis, “Buku ini lebih menitikberatkan untuk meneladani akhlak Umar bin Khattab Radhiallahu Anhu.”

Hal yang juga menarik dan insya Allah menambah bobot buku ini adalah penulis tidak hanya menukil berbagai referensi tertulis berupa buku dan artikel tentang Khalifah Umar. Penulis juga mengambil banyak faedah dari ceramah para ulama terkemuka dari berbagai negara Muslim mengenai Khalifah Umar. Mereka antara lain Syekh Muhammad Sayyid Haj Rahimahullah (Sudan), Syekh Dr Hasan Al Husaini (Bahrain), Syekh Dr Nabil Al Awadhi, Syekh DR Utsman Al Khamis (Kuwait), Syekh Abu Ishaq Al Huwaini, Syekh Mahmud Abu Ammar (Mesir), dan lain-lain.

Secara keseluruhan, buku ini terdiri dari 50 bab. Tiap bab memuat ayat Alquran dan hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan mengandung pelajaran serta hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim.

Contohnya, Alquran Mengubah Hidupku, Pelopor Dakwah Terbuka, Pribadi yang Setia Kawan, Umar di Perang Badar dan Uhud, dan Keutamaan Umar bin Khattab. Selain itu, Menjadi Khalifah, Kejujuran Gadis Penjual Susu, Keadilan Khalifah Umar bin Khathab, Sifat Amanah Khalifah Umar bin Khattab, dan Kesederhanaan Umar bin Khattab.

Buku ini sangat perlu dibaca oleh setiap Muslim, agar dapat belajar menggali sebanyak mungkin keteladanan dari Umar bin Khattab. Seperti ditegaskan oleh Dr Nabil Al Awadhi dalam ceramahnya yang berjudul “Saya Belajar dari Umar” yang dikutip oleh penulis di bab akhir buku ini:

“Umar bin Khattab Radhiallahu Anhu merupakan madrasah, Umar merupakan tarikh, kehidupannya merupakan ensiklopedi. Kita harus belajar dan harus mengajarkan kepada anak-anak kita biografi Umar bin Khattab. Hendaknya para pemimpin, pejabat, direktur, kepala sekolah, guru-guru, siswa, dan semuanya harus belajar dari kehidupan Umar karena manusia terbaik setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan para Nabi adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, kemudian Umar Al Faruq Radhiallahu Anhuma.” (hlm 437)

***

Ada kisah yang sangat masyhur tentang Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengubur bayi perempuannya hidup-hidup semasa masih masa jahiliyah. Konon, inilah peristiwa yang kerap membuat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menangis apabila mengingatnya. Sekalipun peristiwa yang disebut terjadi sebelum keislamannya itu tak mengurangi kemuliaannya jika benar-benar terjadi bersebab dosa yang telah lalu niscaya terhapus tatkala ia masuk Islam, tetapi bukti-bukti sejarah dari disiplin ilmu riwayat kemudian menunjukkan bahwa kisah tersebut tidak benar. Artinya, tidak pernah ada peristiwa yang masyhur tersebut. Dan ini merupakan sajian menarik yang sangat penting dari buku bertajuk “Kepemimpinan & Keteladanan Umar bin Khaththab radhiallahu anhu (Pembelaan terhadap Al-Faruq)” karya Ustadz Fariq Gasim Anuz.

Banyak hal yang menghentakkan kesadaran, menyodorkan data-data sejarah yang kuat tentang keutamaan khalifah kedua Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini.

Jika sebagian manusia berusaha mengesankan pertentangan para sahabat dengan ahlul bayt Nabi, maka luangkan waktu sejenak membaca bab 9 buku ini. Kita akan belajar betapa besar kecintaan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu kepada ahlul bayt. Bahkan di masa menjabat sebagai khalifah, Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menunjuk ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sebagai penasihat di bidang hukum. Kata Umar, “Di antara kita, Ali adalah orang yang paling mengerti soal hukum dan dapat membuat keputusan yang paling baik.”

Serupa dengan kecintaan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu kepada ahlul bayt, begitu pula kecintaan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu kepada para sahabat. Pernah Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mendengar seseorang menyebut keburukan-keburukan Abu Bakar dan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma, maka seketika wajah ‘Ali berubah memerah. Ia segera beranjak naik ke mimbar dan berkata:

“Wahai sekalian manusia! Demi Allah, hanya orang mukmin bertakwa yang mencintai Abu Bakar dan Umar bin Khaththab. Dan hanya orang fajir (pendosa) yang membenci keduanya. Mereka berdua adalah pemimpin kaum muslimin dan imam pembawa petunjuk. Barangsiapa mengikuti keduanya, niscaya ia akan ditunjukkan kepada jalan yang lurus.”

Banyak hal lain yang penting untuk ditelusuri dari buku ini. Saya bersyukur kepada Allah Ta’ala dapat membaca karya kedua Ustadz Fariq Gasim Anuz sesudah buku biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Semoga Allah Ta’ala mudahkan beliau untuk menulis buku-buku berikutnya, setidaknya dua buku biografi lagi; tentang Utsman bin Affan serta tentang Ali bin Abi Thalib.

(Mohammad Fauzil Adhim)

***

Buku Kepemimpinan Dan Keteladanan Umar bin Khathab Cover

Buku Kepemimpinan Dan Keteladanan Umar bin Khathab Cover 2

Buku Kepemimpinan Dan Keteladanan Umar bin Khathab Daftar Isi

Buku Kepemimpinan Dan Keteladanan Umar bin Khathab Isi

Related Post

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 8 =