Buku Khasiat Kurma dan Mukjizat Kurma ‘Ajwah | Toko Muslim Title

Buku Khasiat Kurma dan Mukjizat Kurma ‘Ajwah

Kode: BK 726
Harga Buku:
Rp. 21.000
Rp. 17.850 (Diskon)

Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Khuzaim
Penerbit : THIBBIA

Resensi

Karunia Islam sendiri menjadi kemaslahatan bagi umatnya, mengeluarkan mereka dari dunia kegelapan menuju alam kehidupan yang terang benderang, melenyapkan ketidaktahuan mereka, serta memberi petunjuk kepada mereka untuk kebaikan di dunia dan di akhirat. Setiap perkara besar ataupun kecil, pasti sudah dijelaskan hukumnya oleh Nabi, baik melalui nash (dalil) yang jelas, ataupun melalui kaidah-kaidah syariat yang disadur dari teks nash-nash Al-Qur’an. Rasulullah amatlah pengasih dan penyayang terhadap umatnya. Bahkan bisa dikatakan beliau adalah bapak dari setiap muslim, karena demikian besarnya rasa kasih beliau terhadap mereka.

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At-Taubah [9]: 128)

Di antara tanda-tanda kenabian beliau dan optimalisasi dari rasa kasih beliau terhadap umatnya, adalah bahwa beliau telah menitipkan pelbagai pesan bermanfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia mereka. Di antaranya melalui sabda beliau, “Barangsiapa yang menyantap tujuh butir kurma ‘Ajwah setiap paginya, niscaya tidak akan terkena bahaya racun ataupun sihir pada hari itu.”

Wasiat dari Rasulullah yang amat mahal ini, mencakup makanan sekaligus obat untuk menjaga umatnya agar tidak terkena bahaya setan jin dan manusia, serta berbagai bahaya lain dari jenis hama dan binatang melata. Dengan demikian seseorang dapat hidup jauh dari segala hal yang mengusik dirinya, baik yang berkenaan dengan kemaslahatan dunia dan agamanya, serta dapat mengonsumsi makanan yang sesuai dengan karakter alami tubuh dan lingkungannya.

Seiring dengan itu, pelbagai penelitian medis dan eksperimen ilmiah telah menguak makna dari hadits tersebut. Mereka mendapatkan realitas bahwa menyantap tujuh butir kurma ‘Ajwah dari kota Madinah dapat memelihara tubuh dari bahaya racun dan sihir. Padahal Rasulullah telah mengungkapkan hal itu dari semenjak ratusan tahun yang silam. Dan kini telah menjadi bagian dari medis modern, yang diakui dapat menjaga kesehatan tubuh.

Bila hal tersebut sudah kita mengerti, maka harus diketahui pula bahwa itu adalah penyebab utama untuk memulai pembahasan tentang kurma ‘Ajwah dan hukum-hukumnya. Belum lagi adanya dorongan dan perhatian besar dari para pengunjung kota Madinah untuk membeli jenis kurma yang satu ini, meski harganya selangit. Semua itu penulis saksikan sendiri. Hal itu tidaklah aneh, karena kurma itu adalah terapi kenabian, yang dengan izin Allah, dapat menolak dua bentuk bahaya laten yang tingkat bahayanya bagi manusia di dunia dan akhirat amatlah nyata.

Hanya saja, pembahasan tentang hukum-hukum kurma ‘Ajwah terkadang terkait dengan hukum-hukum kurma secara umum, dan hukum-hukum kurma kota Madinah secara khusus. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita juga mengetahui pelbagai keutamaan yang disebutkan dalam riwayat tentang kurma dan khasiat-khasiatnya, ditambah berbagai penelitian dan studi medis modern yang menjelaskan bahwa kurma memang makanan unggulan, dan makanan multikompleks. Allah memberi keistimewaan negeri-negeri Arab semenjak dahulu dengan buah itu. Sehingga dapat ditegaskan bahwa tempat asal dari kurma adalah teluk Arab, kemudian diekspor ke berbagai negara di segala penjuru tanah Arab, karena mereka tahu betul akan keberkahannya. Namun ada pula yang berpendapat3 bahwa tempat asal dari kurma adalah Tarut atau Darain, di wilayah Ihsa’, di Saudi Arabia.

Dengan demikian, kurma ‘Ajwah atau jenis kurma lainnya, tetaplah merupakan obat yang manjur dan makanan yang bergizi komplit, yang dapat mencegah berbagai macam penyakit dan memberikan khasiat yang banyak pula untuk tubuh manusia.

“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.” (Maryam [19]: 25-26)

Kurma adalah salah satu makanan pokok Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena beliau hanya mau menyantap makanan yang sehat. Memilih makanan yang sehat dan bermanfaat merupakan tuntutan dalam syariat. Syaikh As-Sa‘di menjelaskan tentang manfaat dan faedah memilih makanan dengan mengatakan, “Kesehatan, udara segar, makanan sehat, dan menggunakan berbagai hal yang dapat memperkuat tubuh termasuk penyebab panjangnya usia, demikian juga dengan memelihara silaturahmi.”

Kurma adalah makanan sekaligus obat. Allah memberi petunjuk kepada umat Muhammad n dan membimbing mereka untuk mengonsumsinya, serta menjadikannya sebagai keutamaan bagi mereka. Setelah itu, berbagai bangsa ikut menikmati manfaatnya, karena mereka mengetahui manfaat secara medis dan kesehatan dari kurma tersebut, melalui petunjuk Nabi n. Sehingga, saat kita menyantapnya sebagai makanan, kita juga menyantapnya dalam rangka beribadah dan melakukan ketaatan. Kurma berguna sebagai makanan berbuka untuk orang yang berpuasa, untuk bersantap sahur, juga untuk mentahnîk bayi yang baru lahir, yakni dibiarkan bercampur dengan air liurnya, seperti yang disebutkan dalam Sunnah Nabi.

Namun, apakah kaum bapak dan ibu sudah menyadari sedemikian penting karunia buah kurma yang telah Allah berikan kepada kita itu? Sehingga mereka mampu bersyukur kepada Allah, lalu mendidik anak-anak mereka untuk lebih mengenal terapi ala Nabi ini? Juga mengikuti petunjuk beliau melalui pengarahan beliau, berpegang pada bimbingan dan suntikan ilmu dari beliau untuk kebaikan hidup dunia dan akhirat? Karena petunjuk Nabi mengandung segala kebaikan dan keberkahan.

toko-muslim.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 7 =