Buku Menggapai Cahaya Ikhlas Meraih Energi Tanpa Batas | Toko Muslim Title

Buku Menggapai Cahaya Ikhlas Meraih Energi Tanpa Batas

Buku Menggapai Cahaya IkhlasKode: BK 407
Harga:
Rp. 23.000
Rp. 19.550 (Diskon)

Penulis: Husain Al ‘Uwaisyah
Penerbit: Ausath
Berat: 0,2 kg
Bonus Buku 10 Rambu-Rambu Ikhlas

10 Rambu-Rambu Ikhlas

Resensi:
Di antara buah yang dihasilkan pohon keikhlasan kepada Allah ta’ala adalah,

1. Kemenangan umat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah memenangkan umat ini karena orang-orang lemah di antara mereka, yaitu karena doa, shalat dan keikhlasan mereka.” (Shahih Targhib wat Tarhib)
2. Selamat dari adzab akhirat
Allah ta’ala berfirman tentang orang-orang yang mukhlis,
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (adzab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.” (QS. Al-Insan: 8-12)

3. Meninggikan derajat di akhirat
Ayat dan hadits yang menjelaskan hal ini sangat banyak sekali, di antaranya adalah firman Allah SWT yang menjelaskan tentang golongan Al-Abrar (orang-orang yang baik), “Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.” (QS. Al-Insan: 11-19)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya sinar wajah golongan pertama yang masuk jannah seperti bulan pada malam purnama. Lalu disusul oleh golongan dengan sinar wajah yang lebih terang dari sinar bintang mutiara di langit. Mereka tidak mengeluarkan air seni, berak, ludah, dan tidak pula ingus. Sisir mereka adalah emas, keringat mereka adalah kasturi, pemanggang yang mereka gunakan adalah kayu gaharu, istri mereka adalah bidadari, budi pekerti mereka adalah budi pekerti satu orang, dan rupa mereka adalah rupa bapak mereka, Adam, dengan tinggi badan enam puluh dzira’ (1 dzira’ sekitar 18 inci) di langit.” (Muttafaq alaih)

4. Selamat dari kesesatan di dunia
Di antara contohnya adalah kisah Nabi Yusuf  ‘alaihis salam.

5. Menjadi sebab ditambahnya petunjuk
Allah berfirman, “Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi: 13)

6. Dicintai penghuni langit
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah ta’ala mencintai seorang hamba, Dia menyeru kepada Jibril, “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya, lalu dia menyeru kepada penghuni langit, “Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.” Para penghuni langitpun mencintainya, kemudian kecintaan itu diletakkan di bumi.” (Muttafaq alaih)

7. Diterima di muka bumi
Berdasarkan hadits di atas

8. Mendapatkan nama baik di sisi manusia
Berdasarkan hadits di atas. Kemudian Rasulullah bersabda,
“Tidak ada seorang hambapun melainkan dia memiliki reputasi di langit, jika reputasinya di langit baik, maka hal itu akan diletakkan di bumi dan apabila reputasinya di langit buruk, juga akan diletakkan di bumi.” (Shahih Al-Jami’ 5608)

9. Dilepaskan dari kesusahan dunia
Di antara contohnya adalah kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua.

10. Hati merasa tenang dan bahagia
Allahta’ala berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

11. Jiwanya dihiasi keimanan dan benci terhadap kefasikan dan kemaksiatan
Allah ta’ala berfirman, “Dan Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. Al-Hujurat: 7)

Pada pembahasan terdahulu, telah ada kisah Nabi Yusuf  ‘alahis salam yang menceritakan bagaimana Allah membuat beliau benci terhadap perzinaan, kefasikan dan kemaksiatan serta bagaimana Allah membuat beliau cinta kepada keimanan, terbukti beliau lebih memilih dipenjara daripada harus mengikuti keinginan yang haram.

12. Mendapat taufik untuk bergaul dengan orang-orang yang ikhlas
Persahabatan para sahabat dengan Rasulullah SAW dan persahabatan antara sebagian mereka dengan sebagian yang lain merupakan dalil yang paling jelas dalam masalah ini.

13. Dapat menanggung beban kesulitan yang dahsyat di dunia
Di antara contohnya adalah keteguhan Nabi SAW dan para sahabat ridhwanullah ‘alaihim. Di dalam sejarah perjalanan hidup mereka banyak sekali contoh-contohnya.

14. Husnul Khatimah
Di antara contohnya adalah kisah tentang seorang laki-laki yang telah membunuh 99 nyawa, kemudian ingin bertaubat. Maka, sebab keikhlasannya kepada Allah SWT di dalam bertaubat, dia dicabut nyawanya sementara hatinya dalam keadaan menghadap kepada Allah l.

15. Dikabulkannya doa
Di antara contohnya adalah kisah pemuda mukmin (ghulam) yang doa-doanya banyak dikabulkan oleh Allah. Demikian juga kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua.

16. Mendapat nikmat kubur dan kabar gembira berupa kesenangan
Dalam bab mengobati penyakit riya’ di atas, telah kami sebutkan sebuah hadits yang menjelaskan tentang adzab dan nikmat kubur yang diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib. Disebutkan bahwa amal shalih itu akan datang dalam bentuk seorang laki-laki yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya dan wangi baunya, seraya berkata, “Aku adalah amal shalihmu.” Lalu dia memberikan kabar gembira dengan berkata, “Bergembiralah dengan sesuatu yang membuatmu senang.”

Bonus buku : 10 Rambu-rambu Ikhlas

Related Post

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − one =