Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam)

Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam)

Buku-Panduan-Ilmu-Dan-HikmaKode: BK083
Harga: Rp 195.000
Rp 156.000 (Diskon)
Penulis: Ibnu Rajab
Penerbit: Darul Falah

Ukuran: 16 cm x 24,5 cm
Cover: Hard Cover
Berat: 1.550 Gram
Tebal: 1.034 Halaman

Resensi:
Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam dan shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Buku ini berjudul “Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam)” , Buku ini berisi penjelasan dari 42 hadits dari kitab Arbain An-Nawawiyah tulisan Imam an-Nawawi, Ibnu Rajab menambahkan 8 hadits lagi sehingga lengkap menjadi 50 hadits beserta penjelasan dan untai-untai hikmah dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Buku yang sangat berfaidah dan penuh ilmu.

Allah telah memberikan keistemewaan kepada Nabi Muhammad Saw dengan ungkapan-ungkapan yang pendek namun sarat makna; pendek namun mengandung beragam hukum fikih. Itulah yang disebut Jawaami’ul Kalim.

Adalah para Salafus Shaleh, mereka memiliki perhatian khusus terhadap hadits-hadits semacam ini. Mereka mengumpulkan, menyeleksi, mengkaji dan mengkodifikasikan hadits-hadits semacam ini dalam satu buku. Sebagaimana mereka mengajarkannya kepada murid-murid mereka. Seperti itulah yang dilakukan oleh Al Hafidz Abu Bakar bin as Sunni, beliau menyusun sebuah kitab yang diberi judul Al Iijaaz wa jawaami’ul kalim minas sunanil ma’tsuuroh. Atau seperti yang dilakukan Al Qadli Abu Abdullah Al Qodlo’i yang menyusun Asy Syihaab fil hukmi wal aadaab, serta beberapa ulama salaf lainnya yang memiliki perhatian khusus terhadap hadits-hadits jawami’ul kalim.

Dan itu  pula yang dilakukan Syaikhul Islam Taqiyuddin Abu Amr Utsman bin Musa Asy-Syarzuki, atau lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Ash-Shalah yang wafat tahun 643 H. Beliau menghimpun hadits-hadits jawami’ul kalim(komprehensif) ke dalam bukunya yang diberi judul Al-Ahaadits Al-Kulliyah, Buku tersebut memuat dua puluh enam hadits jawamiul kalim.

Sejalan dengan yang dilakukan Ibnu Shalah, berikutnya Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Nawawi yang wafat tahun 676 H, menyalin kedua puluh enam hadits tersebut, serta menambahkan beberapa hadits hingga berjumlah empat puluh dua hadits ke dalam buku yang dikenal dengan sebutan Al-Arba’in An Nawawiyah. Buku yang sangat terkenal dikalangan kaum muslimin, banyak dihafal, dan menjadi referensi kitab hadits yang tipis namun memuat hadits-hadits jawami’ul kalim. Hadits- hadits yang menjadi poros, dimana seluruh ajaran Islam berotasi diatasnya.

Setelah itu Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahumullah menambahkan delapan hadits lain dari hadits-hadits Jawami’ul Kalim Al-Arba’in An Nawawiyah, hingga hadits-hadits tersebut berjumlah lima puluh hadits. Lalu buku itu diberi judul “Jaami’ul ‘uluum wal Hikam fie Syarhi Khomsiina Haditsan Minal Jawaami’ul Kalim (atau Panduan Ilmu dan Hikmah; Syarah Lengkap Al Arbain An Nawawiyah dalam edisi terjemah bahasa Indonesia). Dalam syarah ini Al-Hafizh Ibnu Rajab memaparkan hadits-hadits Nabawiyah; menjelaskan kata-kata asing dan makna-maknanya; menerangkan hadits-hadits yang sejenis dengannya; menjelaskan hukum-hukumnya; fikih dan perbedaan pendapat ulama di dalamnya.

Manhaj dan Keistimewaan Ibnu Rajab mensyarah hadits dalam bukunya Jaami’ul ‘uluum wal hikam (Panduan Ilmu dan Hikmah):

  1.  Ibnu Rajab al Hanbali mentakhrij hadits dan menyebutkan berbagai jalan (riwayat) dan lafadz hadits tersebut. Beliau pun mengkomparasikan dan menjelaskan derajat berbagai riwayat hadits dimaksud.
  2. Ibnu Rajab menukil ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang hadits dimaksud. Beliau juga menukil atsar (perkataan) para Salafus Shaleh yang menjelaskan makna hadits yang dimaksud.
  3. Ibnu Rajab menukil banyak hadits dalam menjelaskan makna dan esensi hadits yang dimaksud.
  4. Menjelaskan hadits gharib (yang asing) dan menguraikan kandungannya dengan penjelasan yang menarik, serta menyebutkan berbagai faidah dan maksud yang dapat diambil dari hadits tersebut.
  5. Beliau menyebutkan hukum-hukum fikih dari hadits dengan merujuk kepada narasumber/referensinya
  6. Beliau menukil kata-kata hikmah dan nasihat-nasihat berharga dari para Salafus Sholih yang ada kaitannya dengan hadits.

Beberapa keistimewaan tersebut menjadikan buku Ibnu Rajab ini dijadikan rujukan jutaan kaum muslimin di seantero dunia. Yang alim maupun awam dari mereka. Yang abangan hingga para aktivis dakwah dan para penggiat ilmu sekalipun. Ini pula yang menjadi alasan sebagian ahli ilmu mengkategorikan kitab Jaami’ul Uluum wal Hikam (Panduan Ilmu dan Hikmah) termasuk buku syarah hadits terbaik dari sekian syarah Al-Arba’in An Nawawiyah lainnya.
Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam) cover Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam) cover 2Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam) isi 2 Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam) isi 3 Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam) isi 4 Buku Panduan Ilmu Dan Hikmah (Jami’ul Ulum Wal Hikam) isi

Related Post

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 7 =