Buku Shahih Jami' Ash-Shaghir 1 Set 4 jilid

Buku Shahih Jami’ Ash-Shaghir 1 Set 4 jilid

Buku Shahih Jami' Ash-Shaghir 1 Set 4 jilidKode: BK2089
Harga 1 Set:
Rp. 636.000
Rp. 477.000 (Diskon)
Penerbit: Pustaka Azzam
Pentahqiq: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Tebal:
Jilid 1: 652 Halaman
Jilid 2: 892 Halaman
Jilid 3: 920 Halaman
Jilid 4: 880 Halaman
Berat 1 Set: 6 Kg, Hard Cover
Ukuran: 16 cm x 24 cm

Resensi:

Mengenal Jami’us Shaghir

Kitab Jami’us Shaghir [arab: الجامع الصغير] nama lengkapnya Jami’us Shaghir fi Ahadits an-Nadzir wa al-Basyir [arab: الجامع الصغير في أحاديث النذير البشير]: Kumpulan kecil untuk hadis-hadis sang pemberi peringatan dan kabar gembira (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Berikut beberapa keteragan tentang kitab Jami’us Shaghir

Kitab Jami’us Shaghir ditulis oleh Jalaluddin as-Suyuthi, seorang ulama bermadzhab Syafiiyah dari Mesir yang wafat sekitar tahun 911 H.
Dalam bukunya ini, Imam as-Suyuthi mengumpulkan sekitar 10.000 hadis. Atau dengan angka lebih pasti, 10.031 hadis, berdasarkan penomoran dalam versi cetaknya.
Sebenarnya, Jami’us Shaghir adalah ringkasan dari kitab as-Suyuthi sebelumnya, yang berjudul Jam’ul Jawami’.
Beliau pilih hadis-hadis di Jam’ul Jawami’ dan beliau susun berdasarkan urutan huruf hijaiyah pada awal hadis. Sehingga memudahkan bagi pembaca untuk menemukan hadis dalam waktu cepat.
Beliau pilih hadis-hadis yang ringkas dan tidak banyak mencantumkan hadis tentang hukum.
Beliau juga menghidari hadis yang dalam sanadnya ada perawi pemalsu hadis atau pendusta, yang sendirian, menurut penilaian beliau. Namun beliau masukkan dalam kitabnya, hadis shahih, hasan, dan dhaif dengan berbagai macamnya.
(Mukadimah Jami’us Shaghir, as-Suyuthi).

Metode as-Suyuthi dalam Menulis Jami’us Shaghir

Metode yang diterapkan as-Suyuthi dalam membawakan hadis di Jami’us Shaghir,

Tidak mencantumkan sanad hadis, hingga nama sahabat-pun tidak beliau sebutkan.
Hanya menyebutkan matan hadis.
Setelah menyebutkan menyebutkan nama kitab hadis yang meriwayatkan hadis tersebut dengan KODE dan nama sahabat yang membawakan hadis ini.
Kemudian beliau menyebutkan KODE derajat hadis, apakah shahih shahih, ataukah dhaif.
(Ushul Takhrij, Dr. Mahmud Thahhan, hlm. 72 – 73).

Di mukadimah Jami’us Shaghir, Imam as-Suyuthi menyebutkan KODE huruf untuk nama kitab dan derajat hadis yang beliau gunakan dalam kitabnya. Berikut diantaranya,

Huruf [خ]: Shahih Bukhari
Huruf [م]: Shahih Muslim
Huruf [ق]: singkatan dari muttafaq ‘alaihi [arab: متفق عليه], artinya diriwayatkan Bukhari & Muslim
Huruf [د]: Sunan Abu Daud
Huruf [ت]: Sunan Turmudzi
Huruf [هـ]: Sunan Ibnu Majah
Huruf [حم]: Ahmad dalam Musnad
Huruf [ك]: Hakim dalam al-Mustadrak
Huruf [تخ]: Bukhari dalam kitab at-Tarikh. dst
Sementara status hadis, beliau sebutkan dengan 3 derajat: shahih, hasan, dan dhaif.

Huruf [صح]: hadis Shahih
Huruf [ح]: hadis Hasan
Huruf [ض]: hadis Dhaif
Sebagai contoh, as-Suyuthi menyebutkan satu hadis di no. 1035:

آيَةُ مَا بَيْنَنا وَبَيْنَ المُنافِقِينَ أنَّهُمْ لاَ يتضلعون من زمزم

(تخ هـ ك) عن ابن عباس (صح).

Matan hadis: ‘Ciri pembeda antara kita (orang beriman) dengan orang munafik: mereka tidak pernah merasa kenyang dengan zam-zam.’

Dari KODE as-Suyuthi, kita bisa membaca:

Hadis ini diriwayatkan Bukhari dalam at-Tarikh, Ibnu Majah dalam sunannya, dan Hakim dalam al-Mustadrak. Kode: [تخ هـ ك]
Dari sahabat Ibnu Abbas
Derajat hadis: shahih, kode: صح
Mengapa Jami’us Shaghir Terkenal?

Kitab Jami’us Shaghir termasuk salah satu kitab hadis yang banyak dijadikan rujukan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan kitab ini banyak digunakan,

1. Metode penyusunan hadis yang sangat memudahkan bagi pengguna untuk mencari hadis. Karena diurutkan sesuai huruf hijaiyah, mengacu pada huruf pertama hadis.
2. Hanya berisi matan, sehingga memudahkan pengguna untuk mencari matan hadis.
3. Matan hadis ringkas-ringkas, sehingga mudah digunakan untuk pendalilan.
4. Dicantumkan nama kitab induk yang meriwayatkan hadis.
5. Dicantumkan penilaian status hadis
6. Penulis, Imam as-Suyuthi dikenal dengan kapabilitas dan kemampuannya dalam berbagai disiplin ilmu.

Beberapa catatan tentang Jami’us Shaghir,

Para ulama hadis mengatakan, ada unsur terlalu longgar untuk penilaian as-Suyuthi terhadap derajat hadis. (Ushul at-Takhrij, Dr. Mahmud Thahan, hlm. 74)
Karena itu, al-Munawi dalam Syarh Jami’us Shaghir banyak memberikan catatan hadis dan penilaian yang berbeda dengan as-Suyuthi, disertai penjelasan mengapa beliau berbeda.
Disamping al-Munawi, ulama hadis kontemporer yang meneliti ulang penilaian as-Suyuthi terhadap hadis adalah Imam Muhammad nashiruddin al-Albani. Beliau meneliti status hadis di Jami’us Shaghir, dan membagi menjadi 2:
Shahih Jami’us Shaghir
Dhaif Jami’us Shaghir
Kitab ini juga disyarah oleh beberapa ulama, diantaranya:
At-Tanwir Syarh al-Jami’ as-Shaghir, karya as-Shan’ani
Faidhul Qodir Syarh al-Jami’ as-Shaghir, karya al-Munawi.
al-Jami’ as-Shaghir wa Syarhuhu an-Nafi’ al-Kabir, karya al-Laknawi.
at-Taisir bi Syarhi al-Jami’ as-Shaghir, karya al-Munawi. Kitab ini adalah ringkasan dari faidhul Qadir.

Demikian, Allahu a’lam.

***

Resensi kami ambil dari konsultasisyariah.com

***

 

Related Post

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + six =