Buku Sungguh Engkau Lebih Cantik Dengan Hijab

Buku Sungguh Engkau Lebih Cantik Dengan Hijab

Buku Sungguh Engkau Lebih Cantik Dengan HijabKode: BK2185
Harga:
Rp. 34.000
Rp. 27.200 (Diskon)
Penulis: Marjan Husaeri Al-Haritsi
Penerbit: Maktabah Al-Hanif

Ukuran: 14,5 x 20,5 cm
Cover: Soft Cover
Berat: 0,3 Kg
Tebal: 152 halaman

Resensi:

Sebuah buku baru, bagus dan menarik tentang pembahasan hijab wanita muslimah, Judulnya Sungguh, engkau lebih cantik dengan hijab. Membawakan pelajaran menarik tentang hijab dan kisah-kisah nyata para pemakai jilbab.
Ini salah satu kisahnya:

***

“Rahasia Dibalik Jilbab Panjang”
Pada suatu hari didekat rumahku, ada tetangga yang baru pindah. Satu keluarga tersebut mempunyai enam anak yang masih kecil-kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri, aku kenal dengannya ketika bertemu di masjid. Setelah beberapa lama mereka pindah, timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya kepadaku, “Kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli ? “..hus, jawabku sambil berlalu” kalau kamu mau tahu datang saja langsung kerumahnya”.
Ternyata adikku benar-benar datang ke rumah tetangga baru itu. Sekembalinya dari rumah tetanggaku, kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah tidak pernah muram atau lesu, mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.? Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan jilbab yang panjang, rok panjang, lengan panjang. Aku sendiri tambah bingung bercampur syukur kepada Allah, karena kulihat perubahan yang ajaib. Ku bilang ajaib karena dia berubah total.
Tidak banyak lagi anak cowok yang datang ke rumah atau teman-teman wanitanya walaupun hanya untuk sekedar bicara yang tidak karuan. Ku lihat dia banyak merenung, banyak membaca majalah islam, dimana sebelumnya yang dia suka adalah membeli majalah anak muda. Dan ibadahnya pun melebihi ibadahku, tahajjudnya, baca qur’annya, sholat sunahnya pun tidak ketinggalan. Dan yang lebih menakjubkan lagi, bila temanku datang dia menundukkan pandangannya. Segala puji bagi Engkau ya Allah, jerit hatiku.
Tidak berapa lama kemudian aku dapat panggilan kerja di Kalimantan, bekerja di salah satu perusahaan asing. Dua bulan aku bekerja disana, aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibu memanggilku untuk pulang ke rumah yang berada di Madiun. Di pesawat tak henti-hentinya aku berdoa kepada Allah agar adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha.
ketika tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat rasanya kutahan, maka akupun langsung lari masuk ke dalam rumah, dan kulihat ibuku menangis, aku pun langsung menghampiri dan memeluknya, sambil tersedu-sedu ia mengatakan kepadaku, “Dhi, adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya”. Air mata ini pun tak dapat ku tahan…
Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng-iseng aku masuk ke kamar adikku dan kulihat diary diatas mejanya. Diary yang selalu dia tulis, diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur ketika dia masih hidup. Kubuka selembar demi selembar, hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku. Perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri. Disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini:
Annisa : (Aku berguman, wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari) Ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.
Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.
Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.
Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah subhanahu wata’ala dan bila Allah berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.
Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena kupikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam-macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk memakai jilbab, menurut ibu bagaimana?
Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita, semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.
Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.
Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakikat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.
Annisa : Apa itu hakikat jilbab ?
Istri Tetanggaku : Hakikat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijabi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijabi lidah kamu dari berghibah (gosip) dan kesia-siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah. Hijabi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijabi hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijabi kedua tanganmu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijabi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat. Hijabi pikiran kamu dari berpikir yang mengundang setan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijabi hati kamu dari sesuatu selain Allah, bila kamu sudah bisa, maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.
Annisa : Ibu, aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah-mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.
Istri tetanggaku : Duhai Annisa bila kamu memakai jilbab, itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah. Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan. Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini. Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya. Pada saat itulah manusia baru tersadar, saat keringat karena rasa takut yang amat sangat luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa bentuk manusia bermacam-macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti setan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah murka, belum pernah Allah murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia di diamkan Allah di padang mahsyar yang panas membara hingga timbangan mizan digelar, itulah hari yaumul hisab.
Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, di yaumul hisab nanti! Di hari perhitungan nanti!!…
Silahkan baca kisah lengkapnya di buku ini.. “Sungguh, Engkau Lebih Cantik Dengan Hijab; Marjan Husaeri Al-haritsi

***

Buku Sungguh Engkau Lebih Cantik Dengan Hijab Cover

Buku Sungguh Engkau Lebih Cantik Dengan Hijab Cover 2

Buku Sungguh Engkau Lebih Cantik Dengan Hijab Daftar Isi

Buku Sungguh Engkau Lebih Cantik Dengan Hijab Isi

Related Post

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − one =