Kitab Al-Ibanah 'An Ushulid Diyanah

Kitab Al-Ibanah ‘An Ushulid Diyanah

Kitab Al-Ibanah 'An Ushulid DiyanahKode: KT030
Harga:  Rp. 125.000
Penulis: Al-Imam Abu Hasan Ali Bin Isma’il Al-Asy’ariy
Penerbit: Maktabah Daarul Bayan

Ukuran: 17,5 cm x 24,5 cm
Cover: Hard Cover
Berat: 650 Gram
Tebal: 192 halaman

Resensi:
Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam dan shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Kitab Al-Ibanah ‘An Ushulid Diyanah ini merupakan satu kitab dari kitab-kitab Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Simak detail penjelasan tentang keontetikan buku Al Ibanah milik Imam Abul Hasan, dan apa saja pemahaman beliau tentang Aqidah islam di buku ini.
Taajuddin As-Subki dalam Thabaqaat Asy-Syaafi’iyah, ia berkata, “Abul Hasan Al-Asy’ary seorang ulama besar Ahli Sunnah setelah Imam Ahmad bin Hanbal dan tidak diragukan lagi bahwa aqidah beliau sama dengan aqidah Ahmad bin Hanbal. Hal ini dengan jelas beliau sebutkan berkali-kali dalam buku-buku beliau, “Aqidahku seperti aqidah Al-Imam Ahmad bin Hanbal.” Demikianlah ucapan Syaikh Abul Hasan Al-Asy’ary di berbagai tempat dalam bukunya.
Ulama-ulama hadits sepakat bahwa Abul Hasan Al-Asy’ary adalah salah seorang imam ahli hadits dan madzhab beliau juga madzhab ahli hadits. Beliau berbicara tentang ushuluddin menurut metode ahlu sunnah, membantah kelompok sesat dan bid’ah. Beliau menghunuskan pedangnya terhadap kaum Mu’tazilah, Rafidhah dan para mubtadi’ dari kalangan kaum muslimin dan juga terhadap orang-orang kafir. Barangsiapa mencela atau mencerca beliau berarti ia telah mencela seluruh ahli sunnah. Karena Abul Hasan Al-Asy’ary bukanlah orang pertama yang berbicara atas nama ahli sunnah tetapi sebelum beliau banyak para pembela madzhab yang haq ini. Beliau memperkuat hujjah dan penjelasan. Beliau bukan orang yang telah membuat metode baru atau madzhab khusus dan tidak berada di luar madzhab yang telah dipaparkan dan dijelaskan oleh para imam selain beliau.
Abu Bakar Ibnu Faurak berkata, “Abul Hasan Al-Asy’ary meninggalkan madzhab Mu’tazilah dan berpegang pada madzhab ahlu sunnah pada tahun 300 H.
Di antara ulama-ulama yang mengatakan bahwa Abul Hasan Al-Asy’ary bertaubat dari madzhab Mu’tazilah adalah Abul Abbas Syamsuddin Ahmad bin Muhammad bin Abi bakar bin Khalkan Asy-Syaafi’i [wafat pada tahun 681 H]. Beliau berkata dalam bukunya berjudul Wafayaaatul A’yaan (11/446), “Abul Hasan Al-Asy’ary dahulu adalah seorang penganut paham Mu’tazilah kcmudian bertaubat dari madzhab tersebut.”
‘Imaduddin Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasyi Ad-Dimasqy Asy-Syaafi’i [wafat pada tahun 774 H] mengatakan dalam kitabnya berjudul Al-Bidaayah wan Nihaayah (Xl/187), “Abul Hasan Al-Asy’ary dahulu adalah pengikut paham Mu’tazilah kemudian beliau bertaubat dari madzhab tersebut di kota Bashrah di atas mimbar lalu beliau membeberkan kekeliruan dan borok-borok Mu’tazilah.”
Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Ad-Dimasyqy Asy-Syaafi’i yang dikenal dengan sebutan Adz-Dzahaby [wafat pada tahun 748 H] berkata dalam kitabnya yang berjudul Al-‘Uluw Lil ‘Aliyil Ghaffaar, “Dahulu Abul Hasan Al-Asy’ary adalah seorang penganut madzhab Mu’tazilah yang beliau ambil dari Abu Ali Al-Jubba’i kemudian beliau membuang madzhab tersebut dan memberikan bantahannya, maka beliau pun menjadi seorang yang mendakwahkan As-Sunnah sesuai dengan imam-imam ahli hadits. Jika shahabat-shahabat kita yang mendalami ilmu kalam membaca buku Abul Hasan Al-Asy’ary tentunya mereka akan menjadikan buku tersebut sebagai pegangan dan tentunya mereka akan menjadi baik, namun mereka lebih suka menyelami ilmu tersebut sebagaimana para hukama’ terdahulu dalam menyelami sesuatu dan berjalan di belakang ilmu manthiq. Lahaula wala quwwata illa billah”

Selamat membaca, Selamat belajar.

Semoga bermanfaat.

*****
Kitab Al-Ibanah 'An Ushulid Diyanah cover Kitab Al-Ibanah 'An Ushulid Diyanah isi Kitab Al-Ibanah 'An Ushulid Diyanah isi 2

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 19 =