Buku Masyhur Tapi Tak Shahih Dalam Sirah Nabawiyah | Toko Muslim Title

Buku Masyhur Tapi Tak Shahih Dalam Sirah Nabawiyah

Buku Masyhur Tapi Tak Shahih Dalam Sirah NabawiyahKode: BK257
Harga:
Rp. 78.000
Rp. 62.400 (Diskon)
Penulis: Muhammad bin Abdullah Al-Usyan
Penerbit: Kiswah Media

Ukuran: 16 cm x 24 cm
Tebal: 378 Halaman
Berat: 0,6 Kg, Hard Cover
Kitab Asli: Ma Sya’a wa Lam Yatsbutu fi As-Sirah An-Nabawiyyah

Resensi:

Benarkan Nabi n lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awal?
Benarkah Rasulullah n ikut serta dalam Perang Fijar?
Benarkan Khadijah dinikahi Rasulullah n pada usia 40 tahun?
Benarkah Rasulullah n berdakwah secara sirriyah selama 3 tahun di Mekah?
Benarkah Umar bin Khaththab a masuk Islam setelah mendengar bacaan surat Thaha?
Bagaimana keabsahan penamaan Yaumul Huzn (Tahun Kesedihan)?

Dan masih banyak lagi berita-berita sirah yang masyhur di tengah-tengah umat Islam yang tidak terbukti keshahihannya. Penting diketahui, bahwa kepopularan suatu kisah maupun riwayat tidak serta merta menjadi bukti kesahihannya. Sebab, tidak ada keniscayaan antara popularitas dan kesahihan.

Hadirnya buku ini sebagai upaya mensterilkan sirah nabawiyah dari berita-berita yang ternyata tidak shahih. Anda perlu membaca buku ini guna membandingkan kisah-kisah yang banyak dimuat dalam buku-buku sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selamat membaca!

Salah satu cuplikan isi buku:

***

Nyanyian Thala’al Badru ‘Alaina

Syair lagu ini termasuk berita yang erat kaitannya dengan hijrah Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam. Baihaqi dalam Ad-Dalail meriwayatkan dengan sanadnya dari Ubaidullah bin Aisyah yang berkata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam tiba di madinah, para wanita dan anak-anak mengucapkan:
Bulan purnama muncul pada kita, dari bukit Tsaniyyatil Wada’, Syukur wajib kita haturkan, atas apa yang diserukan penyeru pada Allah.

Baihaqi juga meriwayatkannya di tempat terpisah dalam Ad-Dalail pada bab orang-orang menyambut Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam saat pulang dari perang Tabuk. Kemudian ia mengatakan, “Ini disebutkan ulama-ulama kami saat beliau tiba di madinah dari mekah, dan kami telah menyebutkan di tempatnya. Bukan ketika beliau tiba di Madinah melalui bukit Tsaniyah Wada’ saat beliau datang dari Tabuk, wallahu a’lam. Namun kami juga menyebutkan kisah ini di sini.”

Al-Hafizh Al-‘Iraqi mengomentari riwayat ini sebagai hadits mu’dhal, sebab perawi kisah Ubaidullah bin Aisyah (salah satu guru Bukhari) meninggal tahun 228 H. Jadi antara ia dan peristiwa kisah ini ada jarak yang panjang. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Al-Fath, mengatakan, “Abu Sa’id mengeluarkan dalam Syaraful Musthafa dan kami meriwayatkan dalam Fawaidul Khal’i dari jalur Ubaidullah bin Aisyah secara munqathi’ (terputus sanadnya), “Saat Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam masuk Madinah, budak-budak wanita serentak mengucapkan nyanyian Thalaal Badru Alaina, dst.

***

Buku Masyhur Tapi Tak Shahih Dalam Sirah Nabawiyah Cover

Buku Masyhur Tapi Tak Shahih Dalam Sirah Nabawiyah Cover Belakang

Buku Masyhur Tapi Tak Shahih Dalam Sirah Nabawiyah Cover Belakang Daftar Isi

Buku Masyhur Tapi Tak Shahih Dalam Sirah Nabawiyah Cover Belakang Isi

Related Post

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =