Buku Jangan Kalah Sama Monyet 101 Gagasan Pemandu Pikiran Pada Era Kebohongan
Kode: BK5563
Harga: ~Rp. 130.000 ~ ➤ Rp. 104.000 (Diskon)
Penulis: Adian Husaini
Penerbit: Pro U Media
Ukuran: 14 x 20 cm | Tebal: 560 Halaman
Sampul: Soft Cover | Berat: 500 gram
Deskripsi Produk:
Kebohongan hari ini tidak selalu datang dalam bentuk dusta yang terang-terangan. Ia sering hadir dengan wajah yang rapi, bahasa yang meyakinkan, dan dikemas atas nama kebebasan berpikir. Rasulullah ﷺ telah mengingatkan tentang masa seperti ini: ketika kebenaran dibalikkan, amanah dikhianati, dan urusan masyarakat dipegang oleh orang-orang yang tidak berilmu (ruwaibidhah).
Kita sedang hidup di masa itu.
Era post-truth, ketika informasi diterima bukan karena kebenarannya, tetapi karena sesuai selera. Berita dibagikan tanpa tabayun. Pendapat dianggap fakta. Dan tanpa disadari, cara berpikir umat pun perlahan berubah.
Di tengah derasnya arus pemikiran liberalisme, sekulerisme, relativisme, feminisme, hingga ateisme, menjaga iman dan kejernihan akal menjadi tantangan besar. Banyak yang tergelincir bukan karena niat buruk, tetapi karena tidak memiliki pegangan berpikir yang lurus.
Buku ini hadir sebagai ikhtiar untuk membangun imunitas pemikiran.
Disusun dalam 101 gagasan pilihan, buku ini membantu pembaca membentuk pola pikir yang selaras dengan Islamic Worldview, sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh narasi menyesatkan di era kebohongan.
Sebagaimana tubuh membutuhkan vaksin agar tidak mudah terserang penyakit, akal dan iman pun membutuhkan perlindungan. Gagasan-gagasan dalam buku ini disajikan secara ringkas, jernih, dan menguatkan—layak dibaca berulang kali, sendiri maupun bersama keluarga.
📌 Jika Anda ingin tetap berpikir jernih di tengah banjir informasi, menjaga iman dari fitnah zaman, dan membekali diri dengan cara pandang Islam yang lurus, maka insya Allah buku ini adalah pilihan yang tepat.
👉 Segera miliki buku ini dan jadikan ia sebagai pemandu pikiran Anda di era post-truth.
Semoga Allah menganugerahkan ilmu yang bermanfaat dan keteguhan iman.












