Buku Unplugged Coding Games Menstimulus Logika Kreativitas Anak (Stok Kosong)
Kode: BK4693
Harga Normal: Rp. 100.000
Harga Diskon: Rp. 90.000
Penyusun: Kelompok PT Rumah Main Anak
Penerbit: RMA
Tebal: 112 Halaman
Dimensi: 21 cm x 29,5 cm
Sampul : Soft Cover
Berat: 360 gram
Resensi:
Unplugged Coding Games
Pertama & Satu-satunya Buku Unplugged Coding Berbahasa Indonesia!
⭐ Apa sih unplugged coding?
Unplugged coding adalah belajar konsep coding secara screen-free alias tidak menggunakan gadget, tapi lebih ke media kertas atau kegiatan motorik.
⭐ Kenapa anak perlu belajar coding?
Belajar coding banyak manfaatnya, lho! Bukan cuma agar anak-anak menjadi pogrammer. Manfaat belajar coding lebih luas daripada itu.
Belajar coding dapat menstimulus logika, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), kemampuan story telling dan retelling (pemahaman terhadap cerita/perintah dan menceritakan ulang pemahamannya tersebut), serta mengembangan rasa percaya diri anak.
BONUS: UNPLUGGED CODING CARDS
Bahan: AC 190 gsm (Fullcolour), glossy
Coding Games?
“Apa berarti nanti anak kita jadi programmer, gitu?”
Eits, tunggu dulu belajar coding itu bukan selalu anak harus jadi programmer, lho. Tapi sebenarnya lebih daripada itu.
Belajar coding dapat menstimulus logika, daya kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kemampuan problem solving, kemampuan story telling dan retelling, serta mengembangkan rasa percaya diri anak.
“Terus emang bisa belajar coding tanpa layar / gadget alias screen free?”
Bisa banget, dong!
Dengan gunakan buku Unplugged Coding Games ini.
Buku ini berisi berbagai aktivitas permainan yang menggunakan konsep unplugged coding.
Setidaknya ada 6 konsep dasar UNPLUGGED CODING, yaitu :
– Algorithm (pembuatan perintah)
– Sequencing (pengurutan)
– Loops (pengulangan)
– Decomposition (pemecahan)
– Branching (pencabangan)
– Debugging (penemuan masalah)
Seru kan?
Jadi sambil bermain games yang ada di buku ini, anak-anak akan terstimulasi tumbuh kembangnya di usianya yang 5+
UNPLUGGED CODING GAMES (UCG)
Penyusun: RMA Creative
Belajar Coding Banyak Manfaatnya!
Sebelum membahas isi buku UCG, kita perlu menyelaraskan pemahaman tentang konsep belajar coding.
Banyak di antara kita yang salah persepsi tentang pembelajaran coding. Dikira, belajar coding hanya bagi anak-anak yang ingin menjadi programmer.
Padahal, manfaat pembelajaran coding lebih luas daripada itu. Dengan belajar coding, logika anak akan lebih terasah. Mereka juga bisa berpikir kreatif. Kemampuan mereka untuk memecahkan masalah juga akan terlatih sejak dini.
Jika dijabarkan lebih lanjut, dalam pembelajaran coding minimalnya terdapat 6 manfaat bagi anak.
1. Melatih logika
Anak-anak akan terstimulus kemampuan berpikirnya. Mereka akan terbiasa menganalisis sebelum bertindak. Kecerdasan logika matematika anak akan terlatih dengan baik.
2. Berpikir kritis
Debugging merupakan salah satu konsep yang diajarkan dalam pembelajaran coding. Debugging adalah mencari kesalahan dari suatu program atau pernyataan. Jadi, dengan memahami debugging, anak-anak akan terbiasa untuk mengkritisi sesuatu yang tidak semestinya (berdasarkan value dan pengetahuan yang dimiliki).
3. Problem solving (menyelesaikan masalah)
Dalam pembelajaran coding, anak diajarkan untuk menemukan solusi dari masalah yang ada. Dengannya, anak terlatih menghadapi masalah yang tentu tak akan lekang di kehidupan dewasanya kelak.
4. Melatih Kreativitas
Tentu, menyelesaikan masalah membutuhkan ide-ide yang kreatif dan solutif. Nah, di sinilah peran pembelajaran coding. Bahkan, anak-anak bisa mencari ide sebanyak-banyaknya. Sebab, pemecahan masalah dalam konsep coding tidaklah saklek pada satu cara tertentu. Setiap orang bisa menemukan ide dan solusi yang berbeda.
5. Kemampuan stroytelling & retelling
Pemahaman terhadap suatu informasi secara utuh adalah skill yang wajib dimiliki. Terlebih di zaman yang penuh dengan kabar hoax alias palsu. Dalam pembelajaran coding, anak-anak akan dilatih untuk memiliki skill ini. Mereka akan terbiasa membaca panduan secara seksama, kemudian menjelaskannya dengan seksama pula.
6. Berani mengambil keputusan & percaya diri
Setelah memahami panduan, menemukan masalah, serta menemukan solusinya, anak akan mengambil keputusan.
Bisa jadi, keputusan tersebut berisiko, tapi itulah keputusan yang diambil. Kalaupun salah, anak akan kembali men- debug kode (mencari kesalahan), kemudian membenahinya lagi.
Berangkat dari manfaat-manfaat tersebut, redaksi Rumah Main Anak memutuskan untuk mengangkat tema coding ini ke dalam sebuah buku.
Harapannya, akan lebih banyak anak-anak di Indonesia yang meraih manfaat tersebut, terlebih di era industri 4.0.
Bahkan, kecerdasan ini juga kita butuhkan selaku insan yang beragama.
Meski demikian, ada hal lain yang kami pertimbangkan saat hendak menerbitkan buku coding, yakni durasi anak usia 5+ dalam menatap layar gadget.
Tercetuslah ide unplugged coding. Pun mengingat bahwa buku yang berisi unplugged coding belum ada yang berbahasa Indonesia (belum pernah disusun dan diterbitkan di Indonesia).
Apa itu unplugged coding? Secara harfiah, unplugged coding adalah belajar coding tanpa ‘dicolok’ ke listrik alias screen-free.
Jadi, anak-anak tetap bisa belajar konsep coding tanpa berlama-lama menatap layar.
Apa saja isi buku Unplugged Coding Games?
Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi aneka permainan unplugged coding, semuanya paper-based.
Ada lebih dari 50 permainan yang bisa dimainkan dan terbagi menjadi 3 level yang beragam tingkat kesulitannya.
Anak-anak bisa bertumbuh, naik ke tiap level, sesuai kemampuannya.
Dalam setiap permainan, ada beberapa konsep coding yang bisa dipelajari anak.
1. Algorithm (arahan)
Anak akan belajar untuk memahami dan membuat arahan.
2. Sequencing (pengurutan)
Anak akan belajar bahwa setiap arahan haruslah sistematis dan berurutan.
3. Decomposition (pemecahan)
Anak akan belajar bahwa setiap tugas atau arahan bisa kita breakdown menjadi bagian-bagian kecil. Dengan demikian, penyelasainnya pun akan lebih mudah dan sistematis.
4. Looping (pengulangan)
Anak akan belajar bahwa sesuatu bisa terjadi atau dilakukan secara berulang dengan pola tertentu.
5. Branching (pencabangan)
Selalu ada anomali atau pengecualian dalam setiap pengulangan. Anak akan belajar untuk melihat pola pencabangan tersebut
Ada lagi? Tentu saja!
Dalam buku Unplugged Coding Games ini, anak-anak tidak akan hanya belajar tentang coding, tapi juga pengetahuan-pengetahuan lainnya.
Semisal, sistem pencernaan, sistem pernapapasan, beragam profesi, dunia robotika, dan masih banyak lagi.
Intinya, anak-anak tidak hanya belajar coding, tetapi juga menggunakan coding untuk belajar!
Apa isi buku Unplugged Coding Games?
Dalam buku Unplugged Coding Games ini, anak-anak tidak akan hanya belajar tentang coding, tapi juga pengetahuan-pengetahuan lainnya.
Semisal, sistem pencernaan, sistem pernapapasan, beragam profesi, dunia robotika, dan masih banyak lagi.
Nah, salah satu contoh isinya ada tema sistem pencernaan seperti di gambar.
Tuhan sudah menciptakan begitu sempurnanya tubuh manusia, bahkan jauh lebih hebat daripada robot. Ya iya dong! ?
Diantaranya kita dibekali dengan sistem pencernaan yang luar biasa.
Dalam bahasa coding ini adalah konsep Sequence .
Sistem pencernaan ini sangat sistematis dan berurutan, sehingga ketika kita makan, maka dalam tiap bagian sistem pencernaan makanan itu lewat, akan diolah dengan cara-cara dan hasil yang berbeda.
Hingga akhirnya, sari pati dan nutrisinya akan terserap ke tubuh dan sisanya dikeluarkan jadi kotoran.
Alhasil, anak akan memahami tentang sistematika dan urutan, lebih lagi mereka akan memahami bahwa sistem pencernaan di tubuhnya pun luar biasa keren tak kalah dari robot. ?
Ya jelas lah ya… hehe.
Manusia siapa yang buat? Robot siapa yang buat?













