Buku Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah

Mungkin Anda juga menyukai

8 Respon

  1. thohir anam berkata:

    Kalau membaca hadist jangan diambil buntutnya saja massss???? selengkapnya hadist itu “ROSUL BERWASIAT,APABILA KAMU HIDUP LAMA AKAN MENJUMPAI BANYAK PERSELISIHAN PADA SAAT ITU KAMU BERPEGANG TEGUHLAH KEPADA SUNNAHKU SETELAH ITU KEPADA SUNNAH SAHABATKU” Apakah kata-kata sunnah sahabatku bukan bid’AH MAS…….??? ngaji duluah di P.Pesantren ben ora ” nyesatno semua ummat sok dihisabdi neraka loomaassss…..????? blogthohiranam.blogspot.com

  2. Toko Muslim berkata:

    @thohir
    dalam memahami hadits tentu dipahami seluruhnya, tidak hanya satu hadits itu saja, akan tetapi dipahami dengan hadits2 yang lain dan tentu dari alquran juga.
    untuk bidah bisa dibaca dari link ini:
    http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-1.html
    lengkapnya di sini:
    http://muslim.or.id/?s=bidah
    **
    barakallahu fikum

  3. thohir anam berkata:

    Satu hadist saja tidak bisa menjawab mintak hadist berapa?? bacalakartikel kami ttg bidah hasanah,dan bidah para sahabat.

  4. thohir anam berkata:

    Gini sajalah kalau masih tidak ercaya sabda Rosululloh, kalau semua bid’ah sesat, kalau kamumengeluarkan zakat fitrah,zaman dulu yang ada cuma gandum,kurma transaksi cuma dirham dinar,Qur’yang kau baca mushab Ustman,juga inisiati Umar dan Abu Bakar,tidak ada printah dari Rosul,tapi sampean kerjakan,termasuk Zkat firtah pakai beras putih,apakah kata-katamu bukan menampar dirimu sendiri massssss? yang paling tepat itu kamu sadar dan taubat,mungpung masih terbuka pintu taubat,harapan kami cuma satu sadarrrrrrrrrrr. . . . . .??

  5. thohir anam berkata:

    Susah bicara dengan orang bodoh itu hadist Rosul tidak sedikit yang membungkam keda yang ant bid”ah sekarang Imam Syafi’i yang di plintir-plintir padahal sudah shoreh ( jelas ) kapan kamu sadar!!!!!!………

  6. jojon berkata:

    Wah, mas Thohir.. sampeyan ini mencari pembenaran atau mencari kebenaran. Tidak perlu membodoh-bodohkan orang lain, bisa jadi orang lain yang anda ejek itu lebih baik dari anda. Istighfar mas …. Wallahu ‘alam bishawab

  7. Toko Muslim berkata:

    #thohir
    maaf komentarnya terlambat dibalaskan lagi.
    kan saya sudah berikan linknya, tolong saudara baca baik-baik, jawabannya ada semua di artikel tersebut.
    tentang bidah itu kan ada kaidahnya, jangan disamakan semua ya.
    http://muslim.or.id/?s=bidah
    http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-1.html
    dipahaminya bukan dari satu atau dua dalil saja, tapi dipadukan seluruhnya baru kemudian bisa mengambil kesimpulan, tentu berdasar kaidah-kaidah dalam ilmu ushul fiqih juga ya.
    barakallahu fikum

    #terima kasih juga untuk akhuna jojon, semoga saudara thohir ini memang berniat meluruskan, tetapi bahasanya saja butuh diperbaiki.

  8. mohammad AW berkata:

    Bismillah
    Kasihan thohir dia mengajak jiddal. Kita hanya bisa memberi nasihat kepada kebenaran, selanjutnya kita serahkan kepada ALLAH AZZA WA JALLA, mari kta do’akan saja agar ALLAH AZZA WA JALLA memberi hidayah bagi thohir dan orang2 yg sepemikiran dengannya.
    Wallahu yubarik fiikum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Read previous post:
Buku Fikih Birrul Walidain Menjemput Surga dengan Bakti Orang Tua
Buku Fikih Birrul Walidain Menjemput Surga dengan Bakti Orang Tua

Kode: BK649 Harga: Rp. 39.000 Rp. 33.150 (Diskon) Pengarang : Mushthofa bin Al-’adawi Penerbit : Al- Qowam

Close